Saturday, December 14, 2019

HIRARKI DALAMMANAJEMEN PEMBANGUNAN

HIRARKI  DALAM MANAJEMEN PEMBANGUNAN

Oleh: Dita Hidayati

       Hirarki adalah alat yang paling mudah untuk memahami masalah yang kompleks dimana masalah tersebut diuraikan ke dalam elemen-elemen yang bersangkutan, menyusun elemen-elemen tersebut secara hirarkis dan akhirnya melakukan penilaian atas elemen-elemen tersebut sekaligus menentukan keputusan mana yang akan diambil. Proses penyusunan elemen-elemen secara hirarkis meliputi pengelompokan elemen-elemen dalam komponen yang sifatnya homogen dan menyusun komponen-komponen tersebut dalam level hirarki yang tepat. Hirarki juga merupakan abstraksi struktur suatu sistem yang mempelajari fungsi interaksi antara komponen dan juga dampak-dampaknya pada sistern.          Abstraksi ini mempunyai bentuk saling berkaitan, tersusun dan suatu puncak atau sasaran utama (ultimate goal) turun ke sub-sub tujuan tersebut, lain kepelaku (aktor) yang memberi dorongan, turun ketujuan-tujuan pelaku, kemudian kebijakan-kebijakan, strategi-strategi tersebut. Dengan demikian hirarki adalah sistem yang tingkatan-tingkatan (level) keputusannya berstratifikasi dengan beberapa elemen keputusan pada setiap tingkatan keputusan. keputusan dilakukan untuk menggambarkan elemen sistem atau alternatif keputusan yang teridentifikasi.
        Pembangunan sendiri bersifat univelsal, bisa berupa pembangunan material atauun imaterial, fisik ataupun non fisik. Secara pengertian pebangunan merupakan suatu upaya terencana untuk merubah wilayah dan masyarakat menuju keadaan yang lebih baik. Dan jika ditinjau dalam ilmu sosial, pembangunan merupakan perubahan masyarakat yang berlangsung secara terus menerus sehingga mampu ewujudkan kesejahterahan masyarakat secara optimal. 
          (Rahman: 2018) Semakin majunya perkembangan zaman strategi pembangunan terus berubah. Pada mulanya fokus dan strategi pembangunan cendurung bersifat Top Down yaitu berasal dari pemerintahan, tanpa pemerintah meneliti dan mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakatnya. Namun seiring berkembangnya zaman strategi pembangunan bergeser ke arah pendekatan yang lebih mementingkan kebutuhan masyarakatnya untuk menciptakan  suatu pembangunan yang baik lagi, dan pembangunan tersebut di sebut Pembangunan Berbasis Masyarakat yang memiliki sifat Buttom Up. Pembangunana berbasis masyarakat ini memiliki strategi jitu yaitu menjadikan masyarakat sebagai subjek pembangunan bukan hanya objek dari pembangunan pemerintahan.
(Rahman: 2018) terdapat beberapa langkah dalam menciptakan pembangunan berbasis masyarakat, diantaranya yaitu:
a. Memilih prioritas, menyusun alternatif, alternatif pelaksanaan, mengevaluasi, dan melakukan inovasi.
b. Dapat menbuka akses kepada sumber daya pendukung lainnya, termasuk membuka jaringan kepada komunitas lainnya..
c.  Terdapat kebersamaan dalam pemanfaatan dan kepemilikan alat-alat produksi.
d.  Memperkuat masyarakat untuk ikut serta langsung dalam menentukan arah kebijakan yang kondusif bagi perkembangan mereka.
         Adapun fungsi hierarki manajemen diantranya yaitu, adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan.
       Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
        Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
      Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership).
       Pengevaluasian (evaluating) adalah proses pengawasan dan pengendalian performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Seorang manajer dituntut untuk menemukan masalah yang ada dalam operasional perusahaan, kemudian memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.
         Keberhasilan pelaksanaan program pembangunan, khususnyapembangunan prasarana dasar dengan pendekatan partisipatif ditentukan olehbeberapa faktor. Faktor yang utama tentu saja adalah faktor komponen masyarakatsendiri, faktor lain yang berpengaruh adalah keterlibatan pihak ketiga sebagaifasilitator (pendamping). Untuk itu diperlukan peran fasilitator dalam upayapemberdayaan sehingga masyarakat mampu merumuskan masalah, membuatrencana, serta mengorganisasikan komunitasnya untuk memperbaiki kondisisosial, ekonomi, dan kebudayaan dengan mengintegrasikan segenap sumber dayayang dimilikinya. Selain faktor tersebut mekanisme pelaksanaan program jugasangat menentukan keberhasilan dan keberlanjutan dari program pembangunanyang dilakukan dengan pendekatan partisipatif. Sesuai dengan pengertianpengelolaan oleh masyarakat sebagai bagian siklus pembangunan partisipatif,maka masyarakat harus mampu memberikan pengaruh yang kuat serta mengontroldalam mekanisme pelaksanaan pembangunan. Untuk itu adanya pilihan teknologidan tingkat layanan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakatmenjadi prasyarat utama dalam keberlanjutannya. (Rahman: 2018)

No comments:

Post a Comment