Saturday, December 14, 2019

Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berbasis Masyarakat

KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBANGUNAN BEBRBASIS MASYARAKAT
Oleh: Dina Heryani

  Setiap masyarakat yang berbeda geografisnya akan mengembangkan pranata-pranata dan kelembagaan yang sesuai dengan kondisi geografisnya masing-masing sebagai salah satu strategi adaptasi dalam berproduksi dan bereproduksi. Oleh karena itu, mengenali unsur-unsur kearifan lokal suatu masyarakat sangat penting dalam proses pemberdayaan dan pembangunan bagi mereka. Sebab, setiap masyarakat memiliki potensi keswadayaan yang unik dan khususnya konsisi ekologi dan geografisnya yang berbeda-beda (Mubyarto, 1994).
    Kearifan lokal (local wisdom) merupakan bagian dari sistem budaya, biasanya berupa larangan-larangan yang mengatur hubungan sosial maupun hubungan manusia dengan lingkungan alamnya. Kearifan lokal berfungsi untuk menjaga kelestarian dan kesinambungan “aset” yang dimiliki suatu masyarakat sehingga masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan-kebutuhannya dari generasi ke generasi berikutnya, tanpa harus merusak atau menghabiskan “aset” tersebut. Oleh sebab itu, kearifan lokal selalu dijadikan pedoman atau acuan oleh masyarakat dalam bertindak atau berprilaku dalam praktis kehidupannya. Hal ini merupakan wujud dari kesadaran terhadap hukum kausalitas (sebab-akibat) dan pemahaman terhadap hubungan yang bersifat simbiosis mutualis. Kearifan lokal ini tumbuh dari karakter dan budaya masyarakat yang sudah mengakar dan secara turun menurun telah dijalani sebagai hidup penyatuan kultur sosial dengan alam disekitarnya.
  Pembangunan tanpa memperhatikan karakteristik dan kebutuhan lokal akan banyak membuang sumberdaya secara sia-sia. Karakteristik geografis seperti lokasi dekat laut, pinggir sungai, pinggir hutan, pedalaman sangat berpengaruh terhadap model pembangunan yang diimplementasikan. Faktor lain yang perlu mendapat perhatian utama adalah kearifan lokal yang memerlukan invertarisasi, teorientasi, dan reinterpretasi maknanya.
  Dalam kegiatan pembangunan, perlu adanya kerjasama antara individu dengan makhluk hidup disekitarnya. Dikutip dari buku yang berjudul “Glosari Teori Sosial” (Rahman, 51:2011): Kerjasama (Cooperation) adalah interaksi sosial yang melibatkan individu atau kelompok dalam membuat tindakan bersama bagi mencapai cita-cita yang sama. Kerjasama adalah proses yang paling dasar dalam masyarakat. Biasanya kerjasama melibatkan pembagian kerja di kalangan individu, yaitu menjalankan tugas yang berlainan dalam usaha mencapai satu tujuan yang sama.
  Namun demikian, dalam artikel ini tidak membahas lebih jauh lagi tentang kerjasama yang dikutip dibuku “Glosari Teori Sosial”. Setelah kita mengetahui pengertian daripada kearifan lokal dan kerjasama. Tentunya, dua hal tersebut berkesinambungan sehingga adanya saling mempengaruhi, dimana d dalam kearifan lokal itu sendiri sangat dibutuhkan adanya kerjasama antara individu dengan individu, yang mempunyai tujuan yang sama untuk menjaga kebudayaan ataupun sumber daya alam yang dimiliki di dalam suatu daerah tersebut.
  Pembangunan berbasis masyarakat itu sendiri, secara sederhana dapat diartikan sebagai pembangunan yang mengacu kepada kebutuhan masyarakat, direncanakan. Dan dilaksanakan oleh masyarakat dengan sebesar-besarnya memanfaatkan potensi sumber-daya (alam, manusia, kelembagaan, nilai-nilai sosial-budaya, dll.) yang ada dan dapat diakses oleh masyarakat setempat.
     Relevansi kearifan lokal dan pembangunan itu sendiri ialah terdapat Lima isu strategies Yang terkait dengan kearifan lokal, yaitu (Saharuddin, 2009): 
a. Menghormati Dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.
b. Komitmen global terhadap pembangunan sosial masyarakat adat.
c. Pelestarian lingkungan Yang menghindari keterdesakan masyarakat aseli dan eksploitasi sumberdaya-alam Yang berlebihan.
d. Meniadakan marginalisasi masyarakat aseli dalam pembangunan nasional. 
e. Memperkuat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat setempat dengan mengintegrasikan dalam desain kebijakan dan program pembangunan. 
    Dalam hubungan ini,  pembangunan masyarakat berbasis kearifan lokal,  mengandung arti peletakan nilai-nilai setempat sebagai input kebinakan pembangunan;  Yang dimaknai sebagai apresiasi terhadap praktik-praktik pembangunan Yang diinisiasi pelaku-pelaku lokal. 

DAFTAR PUSTAKA:
Iqbal, Asep Muhamad. (2019). Reader (Bahan Bacaan Perkuliahan) Pembangunan Berbasis Masyarakat (People-Centered Development). Bandung: Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati.
Rahman, M.Taufiq. (2011). Glosari Teori Sosiologi. Bandung: Ibnu Sina Pers.

No comments:

Post a Comment